seo.uk.net Forum Indokasino FORUM INDOKASINO >
  • Berita Bola
  • Promo Casino
  • Promo Sportbook
  • Live Score
  • Contact us
  • Affiliate
  • Nawala Unblocker
  • Nawala Unblocker2
Selamat datang di blogspot indokasino tempat judinya semua kalangan
    />
  • INDOKASINO TEMPAT JUDINYA SEMUA KALANGAN
  • PROMO BONUS CREDIT KEJUTAN INDOKASINO
  • PROMO SPORTBOOK CASBACK 3%,5%,7%
  • PROMO CREDIT GRATIS INDOKASINO
  • HOT promo coming soon in 2014

Kamis, 20 November 2014

Vidic Tak Sabar Jalani Derby della Madonnina Pertamanya



Inter Milan menatap derby della Madonnina pertama musim ini akhir pekan nanti. Nemanja Vidic yang baru bergabung dengan Nerazzurri musim panas kemarin tak sabar merasakan atmosfernya.

Derby della Madonnina akan memanaskan pekan ke-12 Serie A, Senin (24/11/2014) dinihari WIB. Untuk edisi pertama musim ini, Milan lebih dulu menyandang status tuan rumah.

Bagi Vidic, laga ini jadi satu laga yang dinanti-nantikan, dengan atmosfer panas khas derby yang bakal menyelimuti San Siro. Apalagi kemenangan bisa menjadi momentum bagus untuk Inter mulai meraih konsistensi sekaligus menyalip rival sekotanya itu di papan klasemen.

Inter tengah dalam laju kurang meyakinkan sejauh ini. Dari total 17 laga semua ajang, La Beneamata hanya memenangi delapan di antaranya. Sedangkan di Serie A, mereka menempati posisi sembilan sementara dengan nilai 16, tertinggal satu angka dari Milan di urutan tujuh. Hasil-hasil inilah yang lantas membuat Walter Mazzarri dipecat dari kursi pelatih dan digantikan Roberto Mancini.

"Ini adalah laga-laga yang selalu ingin Anda menangi, tidak peduli bagaimanapun caranya. Kami berharap bisa bersenang-senang, menampilkan permainan yang bagus, dan di atas segalanya, memetik kemenangan," kata Vidic kepada Inter Channel.

"Saya tak sabar untuk merasakan atmosfernya dan bermain, ini adalah partai-partai yang selalu amat menyenangkan. Penting dan menakjubkan untuk memainkan laga-laga macam ini dengan senuthan para suporter kedua tim," tandas eks kapten Manchester United ini dikutip Football Italia.
Selengkapnya...

Napoli Diyakini Bisa Masuk ke Persaingan Juventus & Roma



Napoli cukup tertinggal dari Juventus dan AS Roma di papan klasemen Serie A saat ini. Tapi Partenopei diyakini bisa ikut dalam persaingan kedua rival memburu scudetto.

Sudah 11 pekan berlalu di Serie A, Juve kukuh di puncak klasemen dengan nilai 28 diikuti Roma di posisi dua yang berjarak tiga poin. Napoli sendiri ada di tangga ketiga, tertinggal tujuh angka dari Juve dan empat poin dari Roma.

Berkaca pada laju persaingan musim lalu, scudetto bisa dibilang diperebutkan oleh Juve dan Roma saja kendati pada akhirnya keduanya terpisah 17 angka di klasemen akhir. Napoli? Finis di posisi tiga dengan 24 angka dan tujuh angka di belakang Juve dan Roma secara berurutan.

Musim ini diyakini hal tersebut akan kembali terulang mengingat Juve dan Roma sama-sama tampil meyakinkan. Juve baru dua kali gagal menang dengan satu imbang dan satu kekalahan, sedangkan Roma menelan satu kekalahan lebih banyak dari Bianconeri.

Napoli juga sempat berada dalam sorotan karena tampil tak se-meyakinkan dua saingannya tersebut, dengan tiga hasil imbang dan dua kekalahan sejauh ini. Namun diyakini anak asuh Rafael Benitez sudah kembali ke trek yang benar, ditandai dengan kemenangan atas Roma dan Fiorentina di dua partai terakhir.

Eks pelatih Napoli dan salah satu tokoh sepakbola ternama Italia, Zdenek Zeman, meyakini persaingan scudetto bakal diikuti tiga tim tersebut.

"Ini akan jadi sebuah persaingan tiga tim. Napoli bisa memasuki partarungan antara Juventus dan Roma," ungkapnya kepada sportmediaset dan dikutip Football Italia.

Zeman sendiri cuma mampir sesaat saja di Napoli pada tahun 2000. Napoli pula yang menandai penurunan kariernya saat itu, di mana setelah menangani anak-anak Naples, Zeman lebih banyak berkutat dengan tim-tim kecil seperti Salernitana, Avellino, Lecce, dan Brescia.

"Sayangnya pengalaman saya bersama Napoli singkat. Manajemen berpikir mereka telah menyelesaikan masalah-masalah mereka dengan mengusir saya. Tapi itu semua sudah terjadi dan tak bisa diubah lagi," demikian ujar pria yang juga pernah menangani Roma itu.
Selengkapnya...

Jumat, 14 November 2014

Coman Sabar Menunggu Kesempatan di Juventus



Kingsley Coman belum mendapatkan banyak dimainkan sejak bergabung dengan Juventus. Akan tetapi, penyerang belia asal Prancis itu tak khawatir dan sabar menanti kesempatan untuknya.

Coman adalah salah satu wajah baru di skuat Juve musim ini. Dia direkrut Bianconeri setelah kontraknya dengan Paris Saint-Germain habis.

Sejak mendarat di Turin, Coman lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan. Pemain 18 tahun itu baru main lima kali di Serie A, empat di antaranya sebagai pemain pengganti. Pelatih Massimiliano Allegri sejauh ini lebih memprioritaskan Carlos Tevez, Fernando Llorente, dan Alvaro Morata untuk mengisi lini depan.

Coman tak merisaukan situasinya di Juve saat ini. Dia yakin Allegri akan tetap memberinya waktu bermain meski tak terlalu banyak.

"Akhir-akhir ini, memang benar, saya tak banyak bermain. Tapi, saya tak khawatir," tutur Coman kepada L'Equipe seperti dikutip Football Italia.

"Saya bekerja keras dalam latihan dan saya sangat tahu bahwa saya bisa berada dalam situasi ini. Saya hanya butuh 10-15 menit per pertandingan untuk membuktikan diri.

"Pelatih berada di sana bukan hanya untuk menyenangkan saya. Saya dikontrak Juventus selama lima tahun dan memasang target 15-20 penampilan semusim. Saya bisa mencapainya.

"Saya terbiasa dengan hal ini dan sebelumnya pernah mengalami situasi yang jauh lebih buruk. Saya belajar bersabar.

"Tevez, Llorente, dan penyerang-penyerang lainnya adalah pemain-pemain yang sangat bagus. Mereka berpengalaman main di level tertinggi. Tapi, dalam latihan saya merasa tidak tertinggal jauh.

"Rekan-rekan setim saya? Mereka semua memberi saya banyak nasihat. Paman Pat (Patrice Evra) setiap hari meminta saya melakukan yang terbaik dan membuktikan bahwa saya bisa main dan membantu tim," kata Coman.
Selengkapnya...

Loew Minta Podolski Pertimbangkan Kelanjutan Kariernya di Arsenal



Lukas Podolski disarankan untuk berpikir masak-masak mengenai kelanjutan kariernya di Arsenal. Saran itu datang dari Joachim Loew, pelatihnya di tim nasional Jerman.

Musim ini durasi penampilan Podolski untuk Arsenal sangatlah terbatas. Menurut data Whoscored dan Soccerway, penyerang 29 tahun itu cuma tampil 46 menit di Premier League dan 27 menit di Liga Champions buat The Gunners.

Podolski sendiri sudah beberapa kali memberi indikasi mulai gerah dengan situasi tersebut. Loew pun kini mewanti-wanti ia benar-benar memikirkan kelanjutan kariernya karena tenaga mantan pemain Bayern Munich tersebut masih amat dibutuhkan Die Mannschaft. 

"Ia harus berpikir mengenai situasinya. Saya masih yakin dengan kemampuannya, tapi ia butuh pertandingan intensitas tinggi," kata Loew seperti dikutip Sports Mole.

"Saya sadar ia kini sedang tidak banyak bermain untuk Arsenal. Ia butuh bermain di partai-partai kompetitif. Terkadang ia jadi tak memiliki kondisi fisik untuk bermain penuh selama 90 menit," lanjutnya.
Selengkapnya...

Koke Tidak Canggung Menjadi Suksesor Xavi


MADRID, - Koke memilkul tanggung jawab besar untuk menggantikan posisi yang ditinggal Xavi Hernandez, menyusul pensiunnya sang pengatur permainan timnas Spanyol tersebut tahun ini. Meskipun demikian, gelandang Spanyol berusia 22 tahun ini mengatakan bahwa ia tidak canggung dengan tantangan tersebut.

Ketika sang juara bertahan melakukan persiapan untuk pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Belarus di Huelve yang dimainkan pada Sabtu (15/11/2014), Koke mengatakan dirinya fokus bekerja keras, menjadi diri sendiri, dan membantu Spanyol mengamankan tempat di turnamen yang akan berlangsung di Perancis dua tahun lagi.

"Sama sekali tidak ada tekanan yang memberatkan," kata Koke ketika konferensi pers saat ditanya mengenai kapasitas dirinya sebagai suksesor Xavi. "Aku ingin terus maju dan tumbuh bersama tim nasional," tambah Koke.

"Semua dari kami yang ada di sini harus mengambil langkah maju, para pemain muda dan para veteran. Satu era telah didefinisikan dan kami harus tetap bekerja dan masuk Piala Eropa."

Pelatih Spanyol Vicente del Bosque bertekad membangun ulang tim setelah kegagalan mereka mempertahankan gelar Piala Dunia di Brasil pada pertengahan tahun ini. Para pemain seperti Koke memiliki peran vital dalam rencana mantan pelatih Real Madrid itu.

Ia memiliki kemampuan mengoper bola yang serupa dengan Xavi, yang telah mencatatkan 133 penampilan saat La Furia Roja memenangi semua trofi utama, tetapi ia mungkin belum mampu menggantikan ketenangan pendahulunya saat menguasai bola dan kemampuan untuk mengatur irama permainan.

Bagaimanapun, Koke mungkin lebih memiliki kemampuan sebagai perebut bola, dan ia mahir dalam mengarahkan tendangan sudut dan tendangan bebas ke area-area berbahaya. Penampilannya untuk Atletico Madrid membantu mereka memenangi gelar Primera Division pertama dalam 18 tahun, dan mencapai final Liga Champions musim lalu.

"Kedua Tim memiliki gaya-gaya yang berbeda," kata Koke, membandingkan gaya bermain Spanyol dan Atletico.

"Di tim nasional kami harus memiliki lebih banyak penguasaan bola dan saya merasa lebih nyaman."

Spanyol secara mengejutkan menelan kekalahan dari Slovakia pada bulan lalu, yang membuat mereka kehilangan posisi puncak klasemen Grup C. Kini, El Matador menduduki peringkat kedua dengan enam angka, koleksi angka yang sama seperti yang dimiliki tim peringkat ketiga, Ukraina.

Slovakia memimpin dengan sembilan angka, Makedonia memiliki tiga angka di peringkat keempat, dan Belarus serta Luksemburg masing-masing memiliki satu angka dan menghuni peringkat kelima dan keenam.
Selengkapnya...

Townsend Meninggalkan Skuat Inggris


LONDON, Gelandang Tim Nasional Inggris, Andros Townsend, telah dipulangkan ke klubnya, Tottenham Hotspur, karena mengalami cedera ringan saat mengikuti sesi latihan bersama Tim Tiga Singa, Senin (10/11/2014).

Dengan begitu, Townsend tak bisa tampil pada pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Slovenia, di Stadion Wembley, Sabtu (15/11/2014) dan laga persahabatan melawan Skotlandia, Selasa (18/11/2014).

"Andros Townsend akan meninggalkan skuad Inggris pada hari ini (Kamis, 13 November) dan kembali ke klubnya. Townsend dilaporkan mengalami cedera ringan, senin kemarin dan akan kembali ke Tottenham untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Dia akan absen melawan Slovenia dan Skotlandia," tulis FA di situs resminya.

Townsend menjadi pemain kedua yang mengalami cedera dalam persiapan Inggris. Sebelumnya, Michael Carrick harus meninggalkan skuad Inggris pada Rabu (12/11/2014), karena mengalami cedera paha.

Selengkapnya...

Kamis, 13 November 2014

'Beri Pochettino Waktu, Biarkan Dia Bangun Timnya Sendiri'



Tottenham Hotspur diminta untuk tetap percaya kepada Mauricio Pochettino, kendati sederet hasil buruk belakangan menimpa klub asal London Utara itu. Pochettino disebut butuh waktu untuk membangun tim yang betul-betul sesuai keinginannya.

Pochettino digaet oleh Spurs sebagai manajer setelah dinilai cukup sukses menjadikan Southampton sebagai tim papan tengah yang disegani musim lalu. Oleh petinggi Spurs, Pochettino diberikan kontrak selama lima tahun dan diberi target untuk membawa tim lolos ke Liga Champions.

Sejauh ini, Pochettino sudah memimpin Spurs dalam 19 pertandingan, di mana 10 di antaranya berakhir dengan kemenangan, sementara sembilan lainnya berakhir dengan empat hasil imbang dan lima kali kalah.

Dari 10 kemenangan yang ditorehkan Spurs, baru empat di antaranya yang didapat di Premier League. Saat ini, The Lilywhites masih tersendat di posisi ke-12 klasemen sementara.

Sialnya lagi buat Pochettino, Spurs sudah menelan tiga kekalahan dalam empat pertandingan di Premier League. Jadilah, manajer asal Argentina itu mulai disorot.

Ada kritik, ada pula pembelaan. Salah satu yang mendukung Pochettino adalah eks penyerang Spurs yang kini jadi manajer tim nasional Amerika Serikat, Juergen Klinsmann.

Menurut Klinsmann, Pochettino butuh waktu untuk sukses. Untuk bisa membuat seluruh pemain dan staf pelatih melakukan apa yang diinginkannya, butuh sebuah proses.



"Dia membutuhkan semua orang di dalam tim mengikuti filosofi yang sama dengannya dan mengatakan 'Oke, inilah yang jadi pegangan kita'," ucap Klinsmann seperti dilansir Sky Sports.

"Tottenham sudah punya fondasi yang bagus, jadi Anda semua berharap mereka langsung bisa masuk tiga atau empat besar. Tapi, ingat, itu pun butuh waktu. Apalagi jika Anda mengganti pelatih, itu membutuhkan waktu yang lebih lama."

"Arsene Wenger bisa berada di posisinya saat ini karena diberikan waktu. Begitu juga dengan Sir Alex Ferguson dulu. Mereka butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun tim."

"Jadi, saya berharap Tottenham tampil konsisten dan tetap bersabar, juga memberikan waktu kepada Mauricio dan memberikannya keleluasaan dalam beberapa bursa transfer," kata Klinsmann.
Selengkapnya...